Pembangunan Jembatan Penghubung desa rengas diduga dikerjakan asal jadi

  • Diposting oleh:
  • Diposting pada:
  • Kategori:
    Ogan IlirOgan Ilir
  • Sistem:
    Tidak diketahui
  • Harga:
    USD 0
  • Dilihat:
    12

OGAN ILIR, SUMATERA SELATAN

Pembangunan jembatan penghubung di Desa Rengas, Kecamatan Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir (OI), menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah warga dan pengendara mengaku kecewa serta mempertanyakan pelaksanaan pekerjaan proyek tersebut yang dinilai memiliki sejumlah kejanggalan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Sabtu (31/10/2026), masyarakat menyoroti beberapa hal dalam pelaksanaan pembangunan jembatan, di antaranya jarak pemasangan besi yang dinilai tidak sesuai serta tidak ditemukannya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan.

Ketiadaan papan informasi tersebut membuat masyarakat kesulitan mengetahui informasi dasar mengenai proyek, seperti nilai anggaran, sumber dana, pelaksana pekerjaan, jangka waktu pengerjaan, serta instansi penanggung jawab.

Padahal, papan informasi proyek merupakan sarana penting bagi masyarakat untuk mengetahui penggunaan anggaran dan mengawasi pelaksanaan pembangunan yang dibiayai oleh pemerintah.

Pekerja Sebut Proyek Dikerjakan Langsung

Berdasarkan keterangan salah seorang pekerja harian di lokasi, pekerjaan tersebut dikerjakan langsung oleh pihak pelaksana. Ketika ditanya mengenai informasi lebih lanjut terkait proyek, pekerja menyarankan agar pihak yang ingin melakukan konfirmasi mendatangi dinas terkait.

Menurut keterangan pekerja tersebut, masyarakat dapat menemui Eko untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai pekerjaan pembangunan jembatan itu.

Namun, identitas lengkap dan jabatan Eko, termasuk penjelasan resmi mengenai status pelaksanaan proyek, masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut.

Masyarakat Minta Dinas PUPR Turun Tangan

Masyarakat berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ogan Ilir segera memberikan penjelasan terbuka terkait pembangunan jembatan tersebut.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Ogan Ilir, Dr. H. Ruslan, S.T., M.M., M.T., diharapkan dapat memberikan klarifikasi mengenai spesifikasi teknis pekerjaan, standar pemasangan besi, pengawasan di lapangan, serta alasan tidak adanya papan informasi proyek.

“Kami sebagai pengendara dan masyarakat sangat kecewa. Tidak ada papan informasi proyek maupun petunjuk jalan yang memadai. Kami berharap pembangunan ini benar-benar dikerjakan sesuai standar dan mengutamakan keselamatan masyarakat,” tegas salah seorang warga.

Selain meminta transparansi, masyarakat juga berharap pihak terkait memasang rambu atau petunjuk jalan yang memadai selama pekerjaan berlangsung, sehingga pengendara dapat melintas dengan aman dan mengetahui kondisi jalan di sekitar lokasi pembangunan.

Perlu Pemeriksaan dan Klarifikasi

Sejumlah dugaan kejanggalan tersebut perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan teknis oleh instansi berwenang. Penilaian mengenai kesesuaian jarak pemasangan besi harus mengacu pada gambar perencanaan, spesifikasi teknis, serta standar konstruksi yang berlaku.

( Abbas pewarta )

Rating

0

( 0 Votes )
Silahkan Rating!
Pembangunan Jembatan Penghubung desa rengas diduga dikerjakan asal jadi

No votes so far! Be the first to rate this post.