- Diposting oleh:
- Diposting pada:
- Kategori:
OkiOki - Sistem:
Tidak diketahui - Harga:
USD 0 - Dilihat:
12
OKI
Pengelolaan dana tumbang atau kegiatan penebangan dan peremajaan tanaman sawit di Desa Panca Warna, Kecamatan Pedamaran Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dipersoalkan masyarakat. Warga mempertanyakan transparansi pengelolaan lahan serta mekanisme pembelian buah sawit dari kegiatan tersebut.
Informasi yang disampaikan warga menyebutkan, lahan sawit yang dikelola diperkirakan mencapai sekitar 800 hektare dan berkaitan dengan Koperasi Unit Desa (KUD) Panca Warna yang diketuai Ragil.
Masyarakat mempertanyakan minimnya keterlibatan warga dan pemerintah desa dalam pengelolaan kegiatan tersebut. Warga juga meminta penjelasan mengenai mekanisme pengelolaan dana, pihak yang melakukan pembelian atau pemborongan buah sawit, serta dasar penetapan harga.
Berdasarkan informasi yang diterima, harga buah sawit disebut sekitar Rp500 per kilogram. Jika luas lahan mencapai 800 hektare dengan asumsi produksi rata-rata 4 ton per hektare, potensi produksi sekitar 3.200 ton atau 3,2 juta kilogram. Dengan harga tersebut, nilai bruto secara matematis mencapai sekitar Rp1,6 miliar.
Namun, angka tersebut masih merupakan perhitungan berdasarkan informasi awal dari warga dan belum terverifikasi melalui dokumen resmi. Kepastian mengenai luas lahan, volume produksi, harga transaksi, serta nilai dan peruntukan dana masih memerlukan klarifikasi dari pihak terkait.
Warga juga menyebut adanya dugaan keterlibatan seorang oknum anggota Polres OKI dalam pemborongan buah sawit. Informasi tersebut belum terverifikasi dan belum dapat dinyatakan sebagai fakta.
Masyarakat berharap KUD Panca Warna dan Pemerintah Desa Panca Warna memberikan penjelasan terbuka mengenai pengelolaan kegiatan, mekanisme penetapan harga, pihak pembeli, serta pertanggungjawaban dana agar tidak menimbulkan dugaan penyimpangan. (rls/Tim Red PPWI)
