Spektakuler! Ananda Sukarlan: 38 Peserta Solo dan 7 Pasangan Duet Asal Medan Lolos Final Kompetisi Musik Klasik Terbesar di Nusantara

  • Diposting oleh:
  • Diposting pada:
  • Kategori:
    MedanMedan
  • Sistem:
    Tidak diketahui
  • Harga:
    USD 0
  • Dilihat:
    4

Medan

Dengan berakhirnya Kompetisi Piano Nusantara Plus 2026 di Medan, akhir pekan 29-30 Agustus lalu, Sumatra Utara telah memantapkan kakinya dengan pijakan yang kuat di peta musik klasik Indonesia. Sebanyak 68 peserta solo dan 10 pasangan piano duet telah berpartisipasi di kompetisi musik klasik yang kini terbesar di Indonesia yang bertempat di AVIA Music Center, mitra penyelenggara KPN+ di Medan.

“Untuk piano 4 tangan atau piano duet ini sekolah Symphony Musical Art Centre dan Young Maestro Academy layak mendapat pujian khusus, karena mayoritas adalah murid dua sekolah musik tersebut. Ini menjadikan mereka pelopor dalam genre piano 4-tangan di Medan”, ucap Ananda Sukarlan, pianis & komponis pendiri KPN+ .

38 peserta solo dan 7 pasangan piano duet telah lolos ke babak final KPN+ yang akan diselenggarakan di Jakarta, 11-13 Desember nanti. Ini adalah satu pencapaian yang menoreh sejarah musik klasik di Sumatra Utara. Tentu magnet utama masih Ananda Sukarlan yang bukan hanya menarik peserta tapi juga para mitra sponsor, terlihat dari banyaknya gerai-gerai dan kios kecil yang memenuhi lobby.

Kompetisi diadakan hari Sabtu, 29 Agustus, dan keesokannya, 30 Agustus diadakan konser para pemenang sekaligus penampilan Ananda Sukarlan yang juga berdialog dengan penonton. Ia juga mengundang pemenang KPN+ tahun lalu, pemain biola Veeshan Nathaniel Tandino (15 tahun) untuk memainkan “Fantasy on Tapanuli Folksongs” sekaligus memperdanakan karya pendek baru “Friendship Set to Music no. 3”, sebuah seri karya untuk para pemain instrumen gesek dengan tingkat kesulitan tidak terlalu rumit.

Ananda menutup konser bermain solo dengan karya baru lainnya, “Under Juliet’s Balcony” yang ditulis di Verona, Italia bulan Juni lalu, tepat di bawah balkon sang tokoh perempuan dari sandiwara terkenal William Shakespeare, “Romeo & Juliet”. Selain itu juga ia bermain piano 4-tangan dengan pianis Sebastian Suhardi dalam karya barunya (yang baru ditulis 3 hari yang lalu!), bagian dari siklus “Bachrock Beatles”, berjudul “Come Together to the Norwegian Woods”. Panjangnya kurang dari 2 menit, tapi penuh dengan ritme yang funky dan permainan “lempar bola” antar dua pemain di satu piano. Sebastian Suhardi adalah juri mitra Ananda di Medan, lulusan Royal Birmingham Conservatoire (Inggris).

Kepada awak media ini, Ananda Sukarlan menyampaikan bahwa “Tahun ini Medan yang paling spektakuler dibanding 2 tahun sebelumnya. Banyak peserta dari berbagai sekolah musik dan ini platform yang bagus untuk disaksikan dunia, karena permainan mereka di video dan akan ditayang di Youtube. Kunci keberhasilan Sumatra Utara sebagai region di antaranya: sistem pendidikan yang baik; dukungan orangtua dan keluarga sang pemusik; dan ekosistem yang menunjang.

Nah, ekosistem ini yang mulai terbangun di Medan. KPN+ yang diadakan di Medan sejak 2024 telah menjadi wadah untuk para pemusik memiliki target dan tujuan, baik secara kualitas musikal maupun tenggat waktu, di mana mereka harus mempelajari bahannya dengan target tertentu sehingga bisa menstruktur cara latihan mereka.”

Ananda juga spesifik mengagumi genre yang telah diangkat oleh KPN+ region Medan, yaitu piano 4 tangan atau piano duet. Indonesia bisa menjadi pelopor kebangkitan piano 4 tangan, setelah awal abad 20 sangat populer di Perancis oleh karya Claude Debussy, Maurice Ravel, Gabriel Faure dan Francis Poulenc. Yang mulai mempopulerkannya sebetulnya adalah Signature Music Academy di Bekasi pada KPN+ 2025 lalu, dan di Medan kemarin ada 10 pasang yang sangat memiliki potensi yang besar.

“Saya sendiri sedang proses menuliskan beberapa nomor yang tergabung di siklus “Bachrock Beatles”, yang salah satunya saya mainkan kemarin di konser pemenang KPN+ Medan bersama rekan juri saya yang saya sangat respek opini artistik dan teknik pianistiknya, Sebastian Suhardi. Sebetulnya ini adalah sebuah seri Etudes untuk piano 4 tangan, dan melodi-melodi Beatles hanya “tempelan” saja untuk mengingatkan kita betapa jeniusnya grup musik ini mengolah melodi, ritme, tekstur dan harmoni, dan betapa musik pop dunia mengalami degradasi yang tajam dengan simplifikasi artistiknya kalau dibandingkan dengan musik Beatles, Beach Boys apalagi Michael Jackson,” tuturnya.

Berikut nama-nama finalis KPN+ Medan yang berhak mengikuti babak final di Jakarta, 11-13 Desember 2026 :

USIA DINI A
– Kyra Alicia – Juara 2
– ⁠Neil Alexander Winanto – Juara 2

USIA DINI B
– Keisy Meredith Tan – Juara 3
– ⁠Delano Adhyaksa Manurung – Juara 3

USIA DINI C
– Benjamin Timothy Panggabean – Juara 3
– ⁠Jason Frederick Situmorang – Juara 3
– ⁠Mireya Ashira Nathania Sinaga – Juara 3
– ⁠Richella Riley Hu – Juara 2
– ⁠Alula Rin Khayra – Juara 2
– ⁠Benaya Gavriel Seran – Juara 2
– ⁠Benetta Adelia Sirait – Juara 1

PEMULA A
– Chloe Madelyn The – Juara 2

PEMULA B
– Lashira Awbinsriee Pane – Juara 3
– ⁠Candyce Eudora Oung – Juara 3
– ⁠Joyce Quinn Nyoman – Juara 3
– ⁠Angel Effendy – Juara 2
– ⁠Jadelyne Tjoa – Juara 1
– ⁠Constelle Carsson Lim – Juara 1

PEMULA C
– Hans Andersen – Juara 3
– ⁠Hanselena Mayberry Boen – Juara 3
– ⁠Nathan Diego Situmorang – Juara 3
– ⁠David Moro Eleazar Purba – Juara 2
– ⁠Gracia Sabina Xaverius Ginting – Juara 2
– ⁠Daniel John Wu – Juara 2
– ⁠Ardianto Audrich Yomanto – Juara 1

MENENGAH B:
– Christian Anderson Lee – Juara 3
– ⁠Kenzo Lim – Juara 3
– ⁠Cleo Alexis Sudarman – Juara 2
– ⁠Joy Brielle Soewandy – Juara 1

MENENGAH C
– Keiko Sheravine Cen – Juara 3
– ⁠Jocelyn Alexandrina Tanoko – Juara 1
– ⁠Alicia Oranie Depari – Juara 1

LANJUTAN B
– Daniella Catherine Elizabeth Theh – Juara 3
– ⁠Olivia Brielle Soewandy – Juara 1
– ⁠Kielle Keilley – Juara 1

INSL V JUNIOR
– Alexander Nathan Conelly – Juara 3

NON PROF
– Naomi Thelma – Juara 3

INSL C JUNIOR
– Alexander Nathan Conelly – Juara 3

PIANO 4 TANGAN
– Kielle Keilley & Catherine Emilianna Chahyadi – Juara 3
– ⁠Clarisse Genevie Sidik & Hayzel Gisella Sidik – Juara 3
– ⁠Khellse Valerine & Isabelle Zhuo – Juara 3
– ⁠Eivelle Louise Goh & Celine Gwyneth Tan – Juara 2
– ⁠Kiara Melody Pasaribu & Melody Victoria Sibarani – Juara 2
– ⁠Henokh Raynov Uli Purba & Ivander Archie Timothy Purba – Juara 1

Di Sumatra, KPN+ juga akan diselenggarakan di Bandar Lampung, 17 dan 18 Oktober 2026 (diselenggarakan oleh Amadeus Piano Course). Selain itu juga akan ada sesi temu muka, mini konser dan tanya jawab dengan Ananda Sukarlan secara terpisah di tempat yang sama, yaitu Hotel Akar. Untuk peminat yang ingin ikut serta, pendaftaran untuk Lampung tanggal terakhir pendaftaran adalah 18 September 2026.

Setelah memapankan Ananda Sukarlan Award yang didirikan tahun 2008 oleh Pia Alisjahbana (Pendiri Femina Group), kini sang komponis yang ditulis oleh harian Sydney Morning Herald sebagai “one of the world’s leading pianists, at the forefront of championing new piano music” ini telah mendirikan dan mengembangkan Kompetisi Piano Nusantara sejak 2016, yang setelah vakum selama pandemi ditambahkan kata “Plus” untuk menandakan bahwa kompetisi ini adalah untuk semua instrumen dan vokal klasik.

Selain itu KPN+ juga berkontribusi mempopulerkan berbagai karya puisi, lewat kategori Tembang Puitik (solo vokal klasik) maupun Vocal Ensemble, melalui puisi-puisi yang digubah menjadi musik klasik oleh Ananda Sukarlan maupun komponis dunia lainnya seperti Franz Schubert, Benjamin Britten dan lain-lain

Tahun ini KPN+ akan diselenggarakan di 11 kota di 4 pulau, menjadikannya kompetisi musik klasik terbesar di Indonesia, dengan 587 peserta tahun 2025 lalu, dan diharapkan lebih tahun ini. “Kami berharap dapat menemukan talenta musik klasik yang masih tersembunyi di Medan. Semoga bisa menembus babak final, bahkan mendapatkan Golden Ticket ke babak final Ananda Sukarlan Award tahun depan, yang hadiahnya adalah berbagai beasiswa ke Perancis dan Australia. Ke depannya, kami berharap berbagai provinsi lain di Indonesia dapat menjadi mitra penyelenggara kami, sehingga musik klasik tidak terlalu tersentralisasi di Jawa dan Sumatra”, ujar Ananda Sukarlan yang bulan ini juga berkeliling ke beberapa kota untuk berbagai acara pendidikan seperti masterclasses dan seminar.

Di Medan, Ananda Sukarlan sebagai juri didampingi oleh pianis muda kelahiran Medan, Sebastian Suhardi, seorang lulusan Master dari Royal Birmingham Conservatoire. Selain dianugerahi penghargaan tertinggi untuk warga sipil dari Kerajaan Spanyol “Real Orden de Isabel la Católica” dari Raja Felipe VI, Ananda Sukarlan juga telah dianugerahi gelar kesatriaan “Cavaliere Ordine della Stella d’Italia” oleh Presiden Italia Sergio Mattarella pada tahun 2020.

Ia juga seniman Indonesia pertama yang diundang Portugal tepat setelah hubungan diplomatik Indonesia dan Portugal pada tahun 2000. Ananda juga masuk sebagai salah satu dari 100 “Asia’s Most Influential” atau “Orang Asia Paling Berpengaruh” di dunia seni tahun 2020 oleh Majalah Tatler Asia yang terbit di Hong Kong.

Kini Ananda aktif juga dalam memberikan masterclasses, seminar di berbagai konservatorium dan fakultas musik di Eropa, Asia dan Australia, terutama menjadi “Composer in Residence” di mana para mahasiswa fakultas tersebut mendalami, meneliti atau menggunakan musiknya sebagai bahan tesis atau disertasi dan sebagai repertoire konser atau kompetisi mereka.

Setelah pulang dari Medan, Ananda akan berkeliling ke Cirebon, Yogyakarta dan Balikpapan memberikan masterclasses dan workshop. (*)

Rating

0

( 0 Votes )
Silahkan Rating!
Spektakuler! Ananda Sukarlan: 38 Peserta Solo dan 7 Pasangan Duet Asal Medan Lolos Final Kompetisi Musik Klasik Terbesar di Nusantara

No votes so far! Be the first to rate this post.