Buku Kisah dari Tanah Lado Diluncurkan di Festival Literasi Lampung

  • Diposting oleh:
  • Diposting pada:
  • Kategori:
    Bandar LampungBandar Lampung
  • Sistem:
    Tidak diketahui
  • Harga:
    USD 0
  • Dilihat:
    6

Bandar Lampung

Salah satu agenda utama Festival Literasi yang dilaksanakan Pemprov Lampung adalah peluncuran buku Kisah dari Tanah Lado, sebuah antologi yang menghimpun 15 cerita rakyat dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

Buku tersebut ditulis oleh 15 penulis yang masing-masing mewakili satu kabupaten/kota. Kehadirannya menjadi ikhtiar mendokumentasikan cerita-cerita rakyat yang selama ini hidup di tengah masyarakat agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi muda.

Prosesi peluncuran ditandai dengan penyerahan buku secara simbolis oleh Eko Prasetyo yang mewakili seluruh penulis kepada Bunda Literasi Provinsi Lampung. Penyerahan dilakukan dengan didampingi Wakil Gubernur Lampung di hadapan para peserta Festival Literasi Lampung. Selasa (28/07)

Eko mengatakan, lahirnya Kisah dari Tanah Lado menunjukkan bahwa kolaborasi antarpihak mampu melahirkan karya yang tidak hanya memiliki nilai literasi, tetapi juga memperkuat identitas budaya daerah. Menurutnya, buku tersebut merupakan hasil kerja bersama para penulis lokal, Bunda Literasi di setiap kabupaten/kota, Pemerintah Provinsi Lampung, serta dukungan Bank Indonesia sebagai sponsor.

“Di tengah berbagai tantangan, termasuk efisiensi anggaran, Pemerintah Provinsi Lampung perlu terus menghadirkan terobosan yang mampu menggerakkan ekosistem literasi. Pemerintah dapat menjadi katalisator yang mempertemukan berbagai pihak sehingga lahir program-program literasi yang spesifik, kolaboratif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” kata Eko.

Ia menilai Festival Literasi Lampung merupakan salah satu contoh praktik baik yang patut dipertahankan. Melalui festival tersebut, potensi para penulis lokal dapat dihimpun untuk mendokumentasikan kekayaan budaya Lampung dalam bentuk karya yang dapat dibaca lintas generasi.

Lebih jauh, Eko berharap penerbitan Kisah dari Tanah Lado menjadi awal lahirnya lebih banyak karya yang menggali sejarah, tradisi, cerita rakyat, hingga kearifan lokal dari berbagai daerah di Lampung. Kekayaan budaya yang selama ini berkembang secara lisan, menurutnya, perlu terus ditulis dan didokumentasikan agar tidak hilang oleh perubahan zaman.

“Budaya akan tetap hidup ketika terus diceritakan, dituliskan, dan dibaca. Karena itu, buku ini bukan sekadar kumpulan cerita rakyat, melainkan investasi pengetahuan yang akan menjaga ingatan kolektif masyarakat Lampung di masa depan,” ujarnya.

Peluncuran Kisah dari Tanah Lado sekaligus menjadi penegas bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi jalan untuk merawat identitas budaya, memperkuat memori kolektif, dan memastikan warisan lokal tetap hidup di tengah arus perubahan zaman.

Rating

0

( 0 Votes )
Silahkan Rating!
Buku Kisah dari Tanah Lado Diluncurkan di Festival Literasi Lampung

No votes so far! Be the first to rate this post.