- Diposting oleh:
- Diposting pada:
- Kategori:
Ogan IlirOgan Ilir - Sistem:
Tidak diketahui - Harga:
USD 0 - Dilihat:
8
INDRALAYA, OGAN ILIR
Pemasangan sebuah banner di depan pagar SDN 11 Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, menjadi sorotan. Keberadaan banner tersebut dipertanyakan karena muncul di tengah berlangsungnya kegiatan perbaikan sekolah yang disebut bersumber dari anggaran pemerintah pusat.
Sejumlah pihak mempertanyakan apakah pemasangan banner tersebut benar-benar merupakan bagian dari kebijakan sekolah untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan sekolah, atau merupakan kebijakan internal dalam mengatur akses masyarakat, wartawan, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang hendak berkunjung ke lingkungan sekolah.
Pertanyaan lain yang muncul adalah apakah pemasangan banner tersebut memiliki dasar atau merupakan petunjuk resmi dari Kementerian Pendidikan maupun Dinas Pendidikan terkait tata cara penerimaan tamu di satuan pendidikan.
Hal tersebut dinilai penting untuk diperjelas, mengingat sekolah merupakan institusi pelayanan publik yang berada di tengah masyarakat. Terlebih, ketika terdapat kegiatan pembangunan atau rehabilitasi yang menggunakan sumber anggaran pemerintah, aspek keterbukaan informasi dan akuntabilitas menjadi perhatian publik.
Namun demikian, anggapan bahwa pihak sekolah “alergi” terhadap wartawan maupun LSM belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan keberadaan banner tersebut. Diperlukan klarifikasi serta penjelasan mengenai dasar aturan, tujuan, dan penerapan banner dimaksud.
Kepala SDN 11 Indralaya, Kartini, S.pd. SD memberikan penjelasan bahwa tidak ada maksud lain di balik pemasangan banner tersebut.
“Banner tersebut merupakan bentuk informasi sekaligus upaya sekolah dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan SDN 11 Indralaya, terutama untuk melindungi peserta didik,” jelas Kartini, Selasa (29/9/2026).
Ia menegaskan bahwa keberadaan banner bukan dimaksudkan untuk mempersulit masyarakat, wartawan, maupun LSM yang ingin datang ke sekolah.
“Setiap tamu tetap kami terima dengan baik, hanya saja perlu mengikuti protokol penerimaan tamu yang telah ditetapkan sekolah. Jadi, tujuannya lebih kepada penataan dan pengamanan lingkungan sekolah, bukan untuk mempersulit tamu,” ujarnya. ( Abbas pewarta )
