- Diposting oleh:
- Diposting pada:
- Kategori:
OkiOki - Sistem:
Tidak diketahui - Harga:
USD 0 - Dilihat:
16
OKI
Proses pemberhentian sejumlah karyawan PT Kelantan Sakti pada Juli 2025 disoroti mantan pekerjanya, Limin. Sorotan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan yang dibuat dan ditandatangani Limin pada 17 Agustus 2025.
Dalam surat itu, Limin menyebut dirinya telah bekerja di PT Kelantan Sakti sejak 2016 hingga 2025 dan diberhentikan pada 22 Juli 2025 setelah pelaksanaan tes urine.
Limin mengklaim pelaksanaan tes urine tersebut tidak disaksikan dokter maupun anggota Badan Narkotika Nasional (BNN). Ia juga menyatakan bukti dan hasil pemeriksaan tidak diperlihatkan kepadanya.
Selain persoalan tes urine, Limin menyebut dirinya bersama sejumlah karyawan diminta menandatangani surat pengunduran diri. Ia mengklaim penandatanganan tersebut dilakukan secara terpaksa.
> “Tanda tangan surat pengunduran diri secara terpaksa dengan alasan/diancam …,” demikian tertulis dalam surat pernyataan tersebut.
Sebut 11 Karyawan Diberhentikan
Dalam suratnya, Limin menyebut terdapat 11 karyawan yang diberhentikan. Dokumen yang diperlihatkan mencantumkan sejumlah nama pekerja, di antaranya Limin, Sufri Deni, Ari Anggara, Andri, Hendri, Dum, dan Dedek, dengan posisi pekerjaan seperti pemuat, mandor, pemanen, serta PK/keamanan.
Limin kemudian meminta PT Kelantan Sakti menindaklanjuti persoalan tersebut, termasuk menyangkut hak-hak para pekerja yang disebut diberhentikan.
Ia juga menyebut adanya keterlibatan aparat Brimob dalam proses pemberhentian. Namun, keterangan tersebut masih merupakan pernyataan sepihak dan belum disertai klarifikasi dari manajemen PT Kelantan Sakti maupun pihak kepolisian yang disebut dalam dokumen.
Menunggu Klarifikasi PT Kelantan Sakti
Atas persoalan tersebut, PT Kelantan Sakti perlu diberikan ruang untuk menjelaskan dasar pemberhentian, prosedur pelaksanaan tes urine, pihak yang melakukan pemeriksaan, serta hasil pemeriksaan yang menjadi dasar keputusan terhadap para pekerja.
Begitu pula dengan dugaan adanya tekanan dalam penandatanganan surat pengunduran diri dan keterlibatan aparat, seluruh pihak terkait perlu memberikan penjelasan agar persoalan tersebut dapat diketahui secara utuh dan berimbang.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari manajemen PT Kelantan Sakti terkait isi surat pernyataan Limin tersebut. (rls/Tim Red)
