- Diposting oleh:
- Diposting pada:
- Kategori:
Ogan IlirOgan Ilir - Sistem:
Tidak diketahui - Harga:
USD 0 - Dilihat:
3
OGAN ILIR
Menjelang hari libur, sebanyak 54 Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri se-Kabupaten Ogan Ilir dijadwalkan mengikuti perjalanan wisata ke Lampung selama dua hari satu malam.
Kegiatan yang dikemas sebagai agenda penyegaran tersebut dijadwalkan berlangsung pada 25–26 Juli 2026. Para kepala sekolah disebut akan melakukan perjalanan wisata dari Ogan Ilir menuju sejumlah destinasi di Provinsi Lampung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar 54 Kepala SMP Negeri tercatat sebagai peserta. Masing-masing peserta dikenakan biaya partisipasi sebesar Rp1.200.000.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda pribadi dan hasil inisiatif para kepala sekolah. Kegiatan itu juga disebut tidak menggunakan anggaran negara serta dilaksanakan pada hari libur sehingga tidak mengganggu proses belajar mengajar.
Selain itu, kegiatan tersebut ditegaskan tidak ada kaitannya dengan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Ogan Ilir, Junaidi, S.Pd., M.Si., yang juga menjabat sebagai Kepala SMP Negeri 1 Pemulutan.
Kepala SMP Negeri 1 Indralaya Selatan, Reni, menjelaskan bahwa perjalanan wisata tersebut merupakan ide kreatif para kepala sekolah untuk melakukan penyegaran.
“Ini murni dari ide kreatif kepala sekolah. Kegiatan ini tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar karena dilaksanakan pada hari libur. Jadi wajar saja,” jelas Reni.
Ia menegaskan, biaya perjalanan tersebut berasal dari dana pribadi para peserta dan tidak menggunakan uang negara.
“Kegiatan ini juga tidak memakai uang negara. Kami menggunakan uang simpanan pribadi kami,” tegasnya.
Reni juga menyampaikan bahwa pihaknya siap memberikan penjelasan secara tertulis maupun lisan apabila diperlukan. Menurutnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Ilir telah diberitahukan dan diundang untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut apabila berkenan.
“Kami siap memberikan laporan secara tertulis dan lisan. Kami hanya memberitahukan dan mengundang orang tua kami untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Kandis, Nirwan Yuliz Alsof, S.Ag., membenarkan adanya kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan itu murni merupakan ide kreatif para kepala sekolah dan tidak ada unsur paksaan bagi siapa pun untuk ikut serta.
“Ini murni ide kreatif kepala sekolah. Tidak ada paksaan. Yang mau ikut silakan, yang tidak juga tidak apa-apa,” tegasnya.
Dengan demikian, perjalanan wisata Ogan Ilir–Lampung tersebut disebut sebagai agenda pribadi para kepala sekolah yang dilaksanakan pada hari libur, dengan biaya yang ditanggung secara mandiri oleh masing-masing peserta.
