- Diposting oleh:
- Diposting pada:
- Kategori:
Bandar LampungBandar Lampung - Sistem:
Tidak diketahui - Harga:
USD 0 - Dilihat:
11
Bandar Lampung — Babak baru perjalanan organisasi Laskar Merah Putih (LMP) Provinsi Lampung dimulai. Setelah sempat diwarnai dinamika internal dan perbedaan pandangan, jajaran pengurus dan komandan organisasi kini menyatakan kembali bersatu demi memperkuat soliditas serta mengembalikan fokus perjuangan organisasi dalam mengawal kepentingan masyarakat dan menjaga persatuan bangsa.
Momentum konsolidasi tersebut berlangsung di Kantor Markas Daerah (Mada) Laskar Merah Putih Provinsi Lampung, Jalan Pramuka, Gang Randu, Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Minggu (8/6/2026).
Pertemuan itu dihadiri langsung oleh Ketua Markas Daerah (Kamada) LMP Provinsi Lampung, H. Johan Nasri, S.E., S.H., Panglima Mada Momon Santoso, Wakil Panglima Mada Mulyadi Jas, serta jajaran pengurus dan Ketua DPC Laskar Merah Putih Kabupaten Pesawaran, Rio Remota.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, seluruh pihak sepakat mengesampingkan perbedaan yang selama ini terjadi dan kembali menyatukan langkah demi mewujudkan cita-cita organisasi sebagai garda terdepan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.
Wakil Panglima Mada LMP Lampung, Mulyadi Jas, menegaskan pentingnya persatuan seluruh kader dan pengurus Laskar Merah Putih di Provinsi Lampung.
“Saya berharap seluruh anggota dan pengurus Laskar Merah Putih yang sebelumnya berada di bawah komando saya untuk kembali bersatu. Hari ini saya mengajak seluruh anggota agar bersama-sama berada di bawah komando Kamada Johan Nasri dan Panglima Mada Momon Santoso. Mari kita tinggalkan perbedaan dan kembali bersatu sesuai cita-cita besar Laskar Merah Putih,” ujar Mulyadi.
Senada dengan itu, Kamada LMP Lampung, Johan Nasri, mengimbau seluruh pengurus dan anggota agar mengedepankan persaudaraan serta memperkuat organisasi demi kepentingan masyarakat dan bangsa.
Menurut Johan, cita-cita utama Laskar Merah Putih sebagaimana tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) adalah mewujudkan nilai-nilai Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 melalui pengamalan Pancasila guna mencapai masyarakat yang adil dan makmur.
“Laskar Merah Putih harus menjadi wadah perjuangan yang mampu menyalurkan aspirasi masyarakat, memperkuat semangat nasionalisme, menjaga persatuan bangsa, serta berkontribusi dalam pembangunan nasional dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” paparnya.
Sementara itu, Panglima Mada LMP Lampung, Momon Santoso, turut menyerukan semangat yang sama. Ia menegaskan bahwa organisasi harus kembali fokus pada fungsi utamanya sebagai wadah perjuangan rakyat dan pembinaan kader yang berkarakter.
“Laskar Merah Putih harus hadir sebagai organisasi yang memperkuat nasionalisme, menjaga persatuan, dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan bangsa. Dengan persatuan yang kuat, organisasi akan semakin bermanfaat bagi masyarakat,” kata Momon.
Konsolidasi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Laskar Merah Putih Provinsi Lampung berkomitmen membuka lembaran baru yang lebih solid, kompak, dan berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat. Dengan berakhirnya dualisme yang sempat terjadi, seluruh elemen organisasi diharapkan dapat bergerak dalam satu komando untuk menjalankan program-program sosial, kebangsaan, dan pemberdayaan masyarakat di Provinsi Lampung.
Semangat persatuan yang digaungkan dalam pertemuan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi Laskar Merah Putih Lampung dalam menjalankan perannya sebagai organisasi kemasyarakatan yang menjaga nilai-nilai kebangsaan, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta menjadi mitra masyarakat dalam berbagai bidang pembangunan.
(Sugi / Tim Redaksi)
