- Diposting oleh:
- Diposting pada:
- Kategori:
NasionalNasional - Sistem:
Tidak diketahui - Harga:
USD 0 - Dilihat:
13
Indonesia
Pimpinan Redaksi Pewarta se-Nusantara, M. Abbas Umar, mengajak masyarakat menjadikan peringatan 30 September 2026 sebagai momentum untuk mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan yang gugur dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965.
Abbas menyampaikan bahwa mengenang sejarah bukan sekadar mengingat sebuah peristiwa masa lalu, tetapi juga menjadi kesempatan bagi generasi saat ini untuk mengambil pelajaran tentang pentingnya persatuan, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.
“Pada 30 September ini, mari kita mengenang jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk bangsa dan negara. Sejarah harus menjadi pelajaran bagi generasi penerus agar kita tidak melupakan pengorbanan mereka,” ujar M. Abbas Umar, Rabu (30/9/2026).
Peristiwa Gerakan 30 September 1965 menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah Indonesia. Sejumlah perwira TNI AD gugur dalam peristiwa tersebut dan kemudian dikenal sebagai Pahlawan Revolusi. Pemerintah juga membangun Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Jakarta Timur, sebagai salah satu tempat untuk mengenang peristiwa dan para korban.
Menurut Abbas, generasi muda perlu memahami sejarah secara bijak dan berdasarkan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Pemahaman sejarah, kata dia, penting agar masyarakat tidak mudah terpecah oleh perbedaan serta mampu menjaga kehidupan berbangsa yang damai.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita menghormati para pahlawan, menjaga persatuan, menghargai perbedaan dan terus mempertahankan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan peringatan sejarah sebagai ruang untuk menumbuhkan permusuhan, melainkan sebagai sarana pendidikan dan refleksi bagi generasi penerus.
“Jangan sampai sejarah hanya menjadi catatan di buku. Mari kita jadikan pengorbanan para pahlawan sebagai inspirasi untuk membangun Indonesia yang lebih baik, menjaga persatuan dan mengutamakan kepentingan bangsa,” ujar Abbas.
Abbas berharap peringatan 30 September 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat rasa nasionalisme sekaligus mengingat kembali pentingnya menjaga keutuhan bangsa.
“Selamat memperingati 30 September 2026. Mari kita tundukkan kepala sejenak untuk mengenang jasa para pahlawan. Semoga pengorbanan mereka menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga Indonesia,” pungkasnya. (rls/Tim Red PPWI)
