- Diposting oleh:
- Diposting pada:
- Kategori:
Bandar LampungBandar Lampung - Sistem:
Tidak diketahui - Harga:
USD 0 - Dilihat:
7
Bandar Lampung
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak Institut Agama Islam (IAI) Darul Fattah Lampung turut berkontribusi dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang adaptif, berkarakter, dan mampu menjawab tantangan perubahan zaman dengan berlandaskan nilai-nilai agama.
Hal itu disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat menghadiri Wisuda ke-15 IAI Darul Fattah Lampung di Ballroom Hotel Novotel, Bandar Lampung, Sabtu (1/8/2026). Sebanyak 191 wisudawan dan wisudawati program Sarjana (S-1) mengikuti prosesi wisuda tersebut.
Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, Gubernur Mirza mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi.
“Keberhasilan hari ini merupakan buah dari kerja keras, doa orang tua, bimbingan para dosen, serta pertolongan Allah SWT,” ujarnya.
Gubernur Mirza, menyampaikan bahwa dunia saat ini mengalami perubahan yang sangat cepat, ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), perubahan struktur dunia kerja, hingga tantangan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut menuntut lahirnya SDM yang mampu beradaptasi tanpa kehilangan nilai-nilai moral.
Ia menilai kemajuan teknologi membawa banyak manfaat, namun di sisi lain juga diiringi perubahan perilaku masyarakat yang perlu menjadi perhatian bersama.
“Kalau daerah ingin maju, maka yang harus dibangun terlebih dahulu adalah kualitas sumber daya manusianya. Ketika SDM baik, peradaban juga akan baik,” katanya.
Lanjut, Gubernur Mirza mengatakan Indonesia memiliki peluang besar menjadi negara maju melalui visi Indonesia Emas 2045. Selain didukung kekayaan sumber daya alam, Indonesia juga termasuk negara yang akan menikmati bonus demografi sehingga memiliki jumlah penduduk usia produktif yang besar.
Kondisi tersebut harus diimbangi dengan pembangunan karakter dan kualitas SDM melalui pendidikan, khususnya pendidikan yang memperkuat nilai-nilai keagamaan.
“Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter, budaya, dan peradaban bangsa. Karena itu, penguatan agama menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas,” ujarnya.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada IAI Darul Fattah Lampung yang dinilai telah berkontribusi dalam mencetak generasi muda berlandaskan nilai-nilai Islam.
Ia berharap 191 lulusan IAI Darul Fattah mampu berkiprah di berbagai bidang profesi, baik sebagai pendidik, ulama, aparatur, pengusaha, maupun profesi lainnya, dengan tetap menjadikan nilai agama sebagai pedoman dalam kehidupan.
“Kalian mungkin akan menempuh profesi yang berbeda-beda, tetapi kalian sudah memiliki pondasi yang kuat, yaitu agama. Jadikan setiap pekerjaan, jabatan, dan aktivitas sebagai ladang amal serta mengajak masyarakat kepada kebaikan,” pesannya.
Karena itu, ia berharap lembaga pendidikan Islam, termasuk IAI Darul Fattah, terus memperluas kontribusinya dalam membangun karakter generasi muda di Lampung.
“Pemerintah Provinsi Lampung siap memberikan dukungan dan akses seluas-luasnya agar pendidikan berbasis nilai-nilai agama dapat menjangkau lebih banyak generasi muda,” jelasnya.
Sementara itu, Rektor Institut Agama Islam (IAI) Darul Fattah Lampung, Ahmad Hadi Setiawan, menyampaikan pada wisuda tahun akademik 2026, IAI Darul Fattah meluluskan sebanyak 191 mahasiswa dari Fakultas Tarbiyah yang berasal dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, dan Pendidikan Agama Islam.
Dari 191 wisudawan ini, Lanjut Ahmad Hadi Setiawan, sebanyak 85 persen lulusan tahun ini telah terserap di dunia kerja. Capaian tersebut didukung oleh peran Career Center kampus yang melakukan proyeksi karier serta memfasilitasi penempatan mahasiswa menjelang kelulusan.
“Hal ini menjadi salah satu keunggulan IAI Darul Fattah dibandingkan perguruan tinggi lain, karena mahasiswa telah dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja sejak menjelang akhir masa studi,” jelasnya.
Kepada para wisudawan, Hadi berpesan bahwa prosesi wisuda bukan sekadar penanda selesainya pendidikan strata satu, tetapi menjadi awal pengabdian lulusan sebagai agen perubahan, penggerak kebaikan, dan pribadi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia mengingatkan para lulusan untuk menjaga sanad keilmuan, memelihara silaturahmi dengan almamater, serta terus membawa keberkahan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.
(Pemerintah Provinsi Lampung).
